Selasa, 22 Januari 2013

Saudaramu Juga Manusia Biasa


Bismillah.
Alhamdulillahilladzi hadaana li hadza wa maa kunna linahtadiya law laa an hadaanallah....

TemanS, "bercanda" adalah satu diantara sekian banyak aktifitas di lembaran kehidupan kita. Ini tak bisa kita pungkiri, dan ini juga bukan sesuatu yang diharamkan secara mutlak, karena Rasul kita yang mulia pun kadang bercanda, hanya saja beliau shallallahu'alayhi wasallam tidak pernah berdusta dalam percandaannya, tidak pula meninggalkan adab-adab, dan tentu saja itu adalah canda yang bermanfaat dari seorang manusia termulia sepanjang zaman. 
Dituturkan ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha:

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّه صلىاللّه عليه وسلم مُستَجْمِعًا قَطُّ ضَا حِكًا حَتَّى تُرَى مِنْهُ لَهَوَاتُهُ إِنَمَا كَانَ يَتَبَسَّمُ

Aku belum pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan lidahnya, namun beliau hanya tersenyum.[Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhâri dan Imam Muslim]

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai, Rasulullah! Apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Betul, hanya saja aku selalu berkata benar. [Diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad yang shahîh]

Begitupun aku, kamu, dan mereka. Tapi hari ini melihat canda kita amatlah berbeda dengan canda Rasulullah shallallahu'alayhi wasallam dan generasi salaful ummah. Ada yang membumbui candanya dengan dusta, bercanda diiringi gelak tawa yang berlebihan, ada pula yang sama sekali tidak menggunakan adab yang baik sehingga menyakiti pendengar atau orang yang dicandai.
Bahkan ini tidak jarang terjadi di kalangan penuntut ilmu. 
Pernah kami mendapati seseorang yang dengan mudah dia mencandai saudarinya, "Begitulah kalo orang sudah tua belum nikah-nikah...", di lain waktu dia mengatakan, "Program itu untuk mahasiswa, bukan untuk perawan tua. Haha..." (yang dimaksud perawan tua adalah orang yang ia candai)
Meskipun hanya bercanda, kita harus tau materi candaan kita, jangan melontarkan sesuatu yang boleh jadi akan menyakiti hati orang lain. Sekalipun apa yang kita percandakan adalah sesuatu yang benar adanya. Seperti contoh di atas. Menggelari oranglain dengan sebutan "perawan tua" di waktu yang tepat mungkin tidak akan menyakitinya, tetapi di keadaan yang lain, saat hatinya sedang sensitif, atau sedang mengalami banyak tekanan dan masalah, tentu ini bukanlah materi percandaan yang baik. 
Walaupun benar, dia sudah berumur namun belum menikah, itu bukanlah keinginannya, hanya saja Allah belum menakdirkannya bertemu dengan jodohnya.

Jadi, karena kita adalah manusia biasa yang tidak bisa memprediksi keadaan hati seseorang, hendaknya kita menjadi orang yang sangat berhati-hati terhadap apa yang akan kita lisankan.
Wahai saudaraku, saudara(i)mu yang engkau candai juga manusia biasa sepertimu, memiliki perasaan, apalagi jika dia seorang wanita, yang secara fitrah memang diciptakan dengan perasaannya yang halus.
Saudaraku, karena engkau adalah penuntut ilmu dan bukanlah seorang yang awwam, sudah seharusnya engkau lebih berhati-hati dalam bercanda. Jika engkau mengatakan bahwa itu cuma canda sebagai sedikit ujian ketegaran bagi saudarimu, ujian mental baginya untuk menghadapi banyaknya cemoohan orang lain, untuk menunjukkan seberapa kuat hatinya, ingatlah saudaraku, bahwa yang berhak menguji ketegaran seorang hamba adalah Rabbnya. Cukuplah ia bersama dengan masalah dan ujian yang diterimanya. Jangan lagi engkau tambah kepedihan hatinya dengan ucapanmu.

Dan wahai orang yang merasa tersinggung dengan percandaan saudaranya, ingat pulalah bahwa walaupun saudaramu adalah seorang penuntut ilmu, dia juga manusia biasa sepertimu yang tidak luput dari kesalahan. Maafkanlah ia dan nasihatilah dengan cara yang hikmah, agar dia tak mengulangi perbuatannya. Hilangkanlah kebencian dalam hatimu, yakinlah itu hanya satu kelemahan diantara banyaknya kelebihan dan kebaikannya. Dan inilah bunga-bunga ukhuwah, yang ketika benar engkau mencintai saudaramu karena Allah, engkau harus membayar mahal dengan kesediaanmu saling bernasihat dalam kebenaran dan kesabaran. Wallohu Ta'ala a'lam wal Musta'an.
^__^

Wa Shallallahu 'ala Muhammadin wa 'ala alihi wa ashaabihi wasallam...
Allohu yubaarik fiikum...

Jumat, 18 Januari 2013

Maaf, Aku Tak Bisa Menjadi Oranglain


 
Bismillah
Alhamdulillah, hamdan katsiiran thoyyiban mubaarokan fiih...

Ngeblog, aktifitas yang nyaris kutinggalkan. Inspirasi semuanya buyar saat berada di depan layar kaca. Mereka baru muncul dan terlintas kala gerak tangan tak siap merekat setiap kata dalam untaian tulisan. Kayaknya saya harus punya tablet PC. Hehe...(Obsesi dunia, lagi-lagi!!!)

Dalam tulisan ini, seperti biasa, apa yang kugambarkan adalah apa yang kualami atau dialami orang-orang disekitarku. Sangat sering, kita menjadi seperti mobil yang gampang disetir ke kanan, ke kiri, maju, mundur, lurus, berbelok, atau berhenti. Itu karena ada-ada saja orang di sekitar kita yang seakan memiliki kita dan kita pun harus menyerahkan sikap loyal kita terhadapnya. 

Kamis, 22 November 2012

Kepada Adikku....


Bismillah...
Alhamdulillah, hamdan katsiiran thoyyiban mubaarokan fiih...

Senang rasanya bisa menambah tulisan dalam blog ini. Karena mencari inspirasi dan mood yang baik untuk menulis bukanlah sesuatu yang mudah.
Tulisan ini keperuntukkan kepada kedua adikku yang akan melangsungkan akad nikah, Ahad, 11 Muharrom 1433H/25 Nopember 2012. Ika Mustika bintu 'Abdullah, S.Pd. dan Muhammad Gazali, S.Pd.

Wahai adikku, tak terasa waktu membawa kalian kepada gerbang pernikahan yang suci. Sebuah tahapan kehidupan yang senantiasa didamba setiap anak manusia. 
Bahtera dan nahkodanya sudah merapat ke tepian, menjemput sang putri yang hendak berlayar bersama.
Siapkanlah perbekalan iman dan ketakwaan. Karena itulah sebaik-baik bekal dalam mengarungi samudera kehidupan yang teramat panjang.

Rabu, 12 September 2012

Ana Kapan???


Bismillah...
Alhamdulillah...memulai aktifitas menulis lagi. Walaupun kadang-kadang tidak jelas juga mau nulis apa. Hmm... Tapi sekarang, ana mau nulis tentang fenomena bulan Syawwal. Yang orang banyak kenal dengan bulan Zawwaj, bulan pernikahan. Hmmpphh... Memang benar, bahwa di banyak daerah, banyak orang yang merencanakan pernikahan di bulan ini. Tapi tidak dipungkiri juga, tidak sedikit yang beranggapan bahwa menikah di bulan ini mendatangkan kesialan. Ini adalah anggapan yang diturunkan dari orang-orang di zaman jahiliyah.

Bismillah...


Bismillah...Alhamdulillah...

Akhirnya kelar juga utak atik blog episode #1. Sebenernya mau nulis banyak2 nih readers, but sudah hampir jam 1 malam. Kalo ketahuan ibu saya bisa dapat ceramah kesehatan. Soalnya baru pulih dari sakit. Hehe... Tapi karena hobby, akhirnya nekat juga begadang. Sssstttt...besok insyaAllah dilanjutkan.

Saatnya ZZzzzZZzzz....
 

el-Bugisiyah Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon blogger template for web hosting Flower Image by Dapino